CARA JITU TUNDA KANTUK SAAT MENGEMUDI MOBIL

image

Pada dasarnya setiap manusia butuh tidur secara reguler. Namun ternyata, rasa kantuk tidak hanya muncul di jam biologis tidur kita. Ada rasa kantuk yang timbul karena kelelahan atau kejenuhan psikologis.

Tapi apapun penyebabnya, mengantuk sambil mengemudi sama bahayanya dengan mengemudi mabuk. Daya pikir berkurang serta refleks melambat secara signifikan. Tak heran banyak kecelakaan fatal terjadi akibat mengantuk.

Menghadapi perjalanan panjang saat liburan, kami akan beri sejumlah tips untuk menunda terjadinya kantuk. Tentu saja tips ini lebih jitu bila diterapkan di luar jam biologis mengantuk.

Istirahat Cukup Sebelumnya
Rencanakan jam keberangkatan Anda lantas tidurlah sekitar 10 jam sebelumnya. Dengan begitu Anda memiliki waktu tidur serta persiapan memadai. Istirahat cukup merupakan modal paling penting untuk menunda kantuk.

Tentukan Target Jarak
Dengan menentukan berapa jarak Anda akan mengemudi, maka pikiran menjadi lebih tenang. Sama seperti bekerja dengan target, yang membuat tak selelah seperti bekerja tanpa target. Rencanakan titik-titik perhentian sepanjang jalan, dan selalu bergantian mengemudi dengan kerabat di mobil bila ada.

Kaca mata hitam
Merasa mengantuk di siang hari adalah wajar. Namun saat mengemudi hal itu bisa saja muncul hanya karena kelelahan mata akibat sinar matahari. Menggunakan kaca mata hitam mereduksi intensitas cahaya yang menerpa mata. Mata menjadi lebih nyaman dan rasa kantuk pun tak muncul.

image

Minum air putih teratur
Salah satu penyebab kantuk adalah kelelahan tubuh. Di lain sisi, salah satu penyebab kelelahan tubuh adalah dehidrasi. Saat berada di mobil dengan AC, suhu sejuk membuat kita tak mudah merasa haus. Tapi tanpa disadari cairan tubuh terus berkurang. Minumlah air putih secara berkala untuk menjaga kadar air dalam tubuh tetap terjaga.

Atur arah AC
Kelelahan mata yang menimbulkan kantuk juga dapat diakibatkan oleh kekeringan cairan. AC yang diarahkan langsung ke muka akan membuat mata lebih kering sehingga lelah dan terasa mengantuk. Arahkan ventilasi AC ke manapun kecuali muka Anda. Membuka jendela mobil secara berkala juga akan mening­katkan kembali kelembaban udara di dalam mobil.

Hindari musik monoton
Mendengar suara yang monoton akan menyebabkan kantuk lebih mudah terjadi. Untuk itu hindari mendengarkan musik yang tipenya sama dari lagu ke lagu. Tak ada salahnya membuat daftar putar musik Anda dengan jenis yang bervariasi. Hal ini akan menstimulasi syaraf sehingga lebih lama terjaga.

Berbincang dengan penumpang
Ini merupakan cara yang efektif. Mengobrol akan membuat otak Anda bekerja lebih aktif dan menunda terjadinya kantuk. Namun hindari pembicaraan berat yang akan menyita seluruh pikiran Anda dari jalan. Obrolan ringan yang menyenangkan bakal lebih efektif.

Permainan ringan
Ketika bahan pembicaraan habis, Anda juga bisa membuat permainan kecil bersama anggota keluarga lain di mobil. Permainannya simpel saja yang tak membutuhkan aktivitas fisik. Misalnya permainan lagu ‘Sedang Apa Sekarang’, atau saling membuat teka teki lucu. Intinya, keceriaan akan membuat Anda lebih tahan terhadap kantuk.

Hindari Mitos Ini

Sejumlah pengemudi memiliki trik yang salah kaprah dalam menunda kantuk. Berikut beberapa di antaranya, beserta alasan mengapa Anda tak perlu mengikutinya.

Minum kopi
Kafein dalam kopi akan meningkatkan denyut jantung sehingga secara fisik Anda lebih tegang dan tak mengantuk. Tapi yang tak bisa dihilangkan dari tubuh adalah refleks yang berkurang. Minum kopi hanya akan membuat Anda serasa terjaga namun kenyataannya lemah secara fisik.

Merokok
Bernapas dengan asap rokok bukan hanya memasukkan racun ke dalam tubuh, tapi juga mengurangi kadar oksigen dalam darah. Hasilnya, cara ini tak efektif menghilangkan kantuk. Mungkin hanya sesaat ketika proses menyalakan, namun sesungguh tubuh terutama otak sedikit kekurangan oksigen ketika mengisapnya.

Musik keras
Bukan kerasnya volume musik yang membuat Anda tak mengantuk. Karena pada kenyataannya, sekeras apapun musik, jika monoton akan membuat kantuk pula. Artinya tak ada gunanya menyetel musik keraskeras. Justru ini lebih berbahaya karena membuat konsentrasi beberapa indera ke jalan berkurang drastis.

Mengebut
Harus diakui, mengebut memang meningkatkan adrenalin dan membuat kita lebih terjaga. Apalagi mengebut di perjalanan luar kota akan disertai kejadian tak terduga semisal harus mengerem atau menghindar mendadak. Tapi selain jauh lebih berbahaya, mengebut tak akan meningkatkan kekuatan fisik. Artinya refleks tetap lemah bila memang sudah saatnya mengantuk. Itu jelas kondisi sangat bahaya ketika mengebut.

(autobild)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s