Kenaikan BBM akan untungkan pasar motor bekas?

image

Isu kenaikan harga bahan bakar kembali berhembus. Banyak yang memprediksi hal ini akan memicu inflasi yang pada akhirnya akan berdampak negatif. Tapi bagi para pedagang motor bekas, ini adalah momentum positif.

Alasannya, menurut Head of National Used Motorcycle Marketing Adira Finance Sugianto cukup sederhana yakni daya beli yang menurun membuat sebagian masyarakat mempertimbangkan untuk membeli motor bekas.

“Kalau pemerintah menaikkan harga BBM, pasar motor bekas tidak terpengaruh. Malahan, ini bisa jadi peluang. Karena kemampuan membeli masyarakat yang menurun akan membuat motor bekas dilirik,” jelasnya di Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Pasar motor bekas di Indonesia sendiri dianggap sangat potensial. Diperkirakan tiap jumlahnya 10-15 persen dari total motor baru yang terjual. Jadi bila tahun ini ada 8 juta motor baru yang terjual, maka pasar motor bekas ada di sekitar 800.000 sampai 1,2 juta unit.

Adira sendiri di akhir tahun nanti menargetkan untuk bisa membiayai sekitar 500.000 unit motor bekas, naik dari 462.000 unit yang mereka capai tahun lalu.

(detikoto)

Advertisements

Inden Kawasaki Estrella 2 bulanan

Konsumen sepeda motor sport 250cc berwajah ”jadul”, Estrella, harus rela antre sampai dua bulan untuk memboyong sebagai tunggangan. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) tak kuasa memenuhi permintaan dengan cepat, karena alasan pengiriman unit dari Jepang yang memang sangat terbatas.

Michael Chandra Tanadhi, Deputy Head Sales Promotion Department KMI mengatakan bahwa Estrella adalah model yang didatangkan utuh dari Jepang. Sejak pertama kali diluncurkan, Februari 2014 silam, KMI masih mendatangkan 150 unit sepeda motor sport klasik itu.

”Kami tidak bisa berbuat banyak, karena shipping (pengiriman via kapal laut) dari Jepang memang terbatas. Kalau beli sekarang, perkiraannya harus menunggu sampai dua bulanan,” ujar Michael, Jumat (22/8/2014) dalam halal bihalal KMI-wartawan, di Jakarta.

Peminat untuk model ini ternyata cukup banyak. Apalagi ada beberapa pilihan warna yang dijual KMI, yakni biru serta silver untuk model standar, dan hiitam-hitam untuk edisi spesial. Harga tipe standar Rp 64,9 juta, sementara edisi spesial dipatok Rp 66,7 juta. Semua harga on the road Jabodetabekser.

”Jakarta masih menjadi yang paling banyak menyerap model ini. Nomor 2 adalah Yogyakarta. Sementara tipe yang paling diminati justru yang hitam atau special edition,” kata Michael.

Estrella adalah terobosan untuk menghidupkan kembali nuansa klasik pada sepeda motor masa kini. Di balik wajah kunonya, tersimpan teknologi terbaru, menggendong mesin injeksi 250cc SOHC 2 katup berpendingin udara. Tenaganya mencapai 18 tk @ 7.500 rpm dan torsi 18 Nm @5.500 rpm.

(KompasOtomotif)

Tergerus oleh Yamaha R25, Kawasaki tidak panik

image

Persaingan sepeda motor kelas 250cc semakin panas setelah datangnya Yamaha YZF-R25 pada Juni 2014. Pasarnya semakin membesar, karena konsumen dihadapkan dengan pilihan lain setelah Kawasaki Ninja 250 seolah melenggang sendirian, meski masih ada Honda CBR250R.

Mengacu data AISI penjualan bulan terakhir semester pertama 2014, Ninja 250 FI terjual 1.724 unit. Sementara R25 terjual 1.328 unit, dan CBR250R 97 unit. Angka itu berdasarkan kondisi pasar sepeda motor pada Juli yang menurun akibat berkurangnya hari aktif karena libur Lebaran dan sekolah.

Andai normal, angka penjualan Ninja 250 FI berkisar 2.000-2.500 unit sebulan. GM Promosi dan Pengembangan Komunitas PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eko Prabowo pernah memprediksi, untuk kelas ini pasarnya akan bertambah. Perolehan penjualan antara R25 dan Ninja 250 akan fifty-fifty.

Ninja bergeming
Prediksi itu ada benarnya juga. Nanti akan semakin jelas kelihatan jika hasil penjualan Agustus 2014 sudah keluar. Bisa jadi pasar Ninja 250FI akan tergerus oleh R25. Tapi pada dasarnya konsumen semakin bertambah alias pasar menggelembung.

Menanggapi kondisi ini, Michael Chandra Tanadhi, Deputy Head Sales Promotion Department PT Kawasaki Motor Indonesia tak menunjukkan rasa khawatir. ”Kami tak sepanik itu. Justru setelah peluncuran R25, penjualan Ninja 250FI naik. Banyak orang menunggu kompetitor, tapi memutuskan untuk kembali melirik Ninja,” urai Chandra, Jumat (22/8/2014), di Jakarta.

Ditegaskan bahwa Ninja 250FI masih sangat kompetitif. Bahkan ketika ditanya apakah akan ada penyegaran, Michael bilang belum perlu untuk saat ini. ”Mungkin tahun depan,” celetuknya.

Optimisme itu wajar, mengingat Kawasaki masih punya senjata lain di segmen 250cc. Masih ada Ninja RR Mono, Z250, dan Z250SL yang akan bahu membahu membendung serbuan kompetitor.

(KompasOtomotif)

Motor termurah Yamaha di dunia bakal sapa ASEAN

image

Sejak setahun lalu Yamaha diketahui tengah mempersiapkan motor termurah di dunia. Motor yang dikenal sebagai ‘Project Indra’ ini tengah dikembangkan dengan perkiraan harga hanya Rp 5,8 jutaan saja.

‘Project Indra’ saat ini tengah dikembangkan oleh Yamaha India untuk menjadi motor termurah di dunia. Motor ini ditargetkan untuk memiliki harga hanya 30.000 rupee atau sekitar Rp 5,8 jutaan saja.

Selain untuk India, model ini ternyata akan pula masuk ke banyak negara. Afrika dan Amerika Latin adalah sasaran selanjutnya. Dan ternyata, ASEAN juga masuk bidikan model ini.

Untuk membuat motor ini, Yamaha telah menarik banyak vendor untuk menyuplai part-part. Diperkirakan, low cost bike ini akan diluncurkan antara tahun 2016-2017 mendatang.

Di India, motor ini akan melawan deretan motor murah yang banyak mewarnai pasar negeri Bollywood seperti Hero HF Dawn, Bajaj Platina dan TVS Star Sport.

(detikoto)

Jenuhkah dengan banyaknya model motor?

image

Dengan merebaknya spaisut dan rencana peluncuran motor motor model baru dari berbagai pabrik seperti Honda AHM dengan CBR150R lokal, vario 150, Beat paket hemat – Yamaha dengan rencana metik 150cc ber-blue core – Suzuki dengan Burgman 200cc dan Gixxer 150cc nya – tidakkah akan membuat jenuh untuk memilih?

Seperti di segmen metik 110-125 cc sudah banyak sekali pilihan yang menggunakan basis komponen inti (mesin, rangka) sama. Dari Honda misalnya ada Beat, Spacy, Scoopy, Vario 125 dan PCX 150. Yamaha dengan berbagai Mio series (GT, Xeon) ditambah Suzuki dengan Nex dan Nex Address, dll.

Di segmen motor berkopling alias sport entry level (tingkat mula) ada Honda Verza, Megapro, CB150R dan CBR150R kemudian Yamaha Byson, Vixion, R15.

Di kelas 250cc ada CBR250R, R25, Inazuma GW250, Ninja dan Z250 baik mono maupun dual silinder.

Yang bikeaddict14 rasa untuk metik, adalah kebutuhan disain yang walaupun bermesin kecil (110cc) tapi berfaktor kenyamanan mantab (berupa bagasi yg luas, shockbreaker ganda, lampu utama yang terang, seat height yang ramah). Tentu saja ini untuk kebutuhan harian di dalam kota semisal antar anak sekolah, kerja, ke pasar dll.

Untuk motor sport pemula, sepertinya dibutuhkan pemikiran disain untuk kapasitas bagasi yang normalnya tidak dimiliki. Opsinya bisa berupa mendisain paket side box atau back top box dari masing2 pabrik.

Untuk kenyamanan, biasanya kita maklum dengan akan keluarnya dana tambahan.

Sejenuh itu kah?

Untuk menggedor Honda dan Kawasaki, Yamaha siapkan R25 versi naked

image

Di Jepang Yamaha sudah menguji coba YZF-R25 versi naked atau ‘telanjang’. Untuk di Indonesia, R25 yang baru diluncurkan adalah tipe fairing, lalu adakah rencana Yamaha Indonesia membawa R25 versi ‘telanjang’?

GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia, Eko Prabowo, menuturkan wacana dikalangan internal Yamaha terkait R25 versi ‘telanjang’ sudah ada. Tapi ia belum bisa berbicara banyak soal R25 versi naked itu.

“Ada wacana, tapi saya belum bisa bicara banyak,” elak pria yang akrab disapa Eko di sela-sela acara Indonesia Technician Grand Prix 2014 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/8/2014).

Sayangnya Eko benar-benar tidak mau membuka informasinya jauh lebih dalam lagi. Ia memilih lebih menutup mulutnya rapat-rapat.

“Tunggu saja, sekarang saya belum bisa banyak bicara,” elaknya lagi sambil tersenyum.

Untuk R25 versi Fairing sendiri, dibekali mesin injeksi 4 langkah 2 silinder segaris 250 cc, DOHC direct drive camshaft dengan 8 katup, ruang bakar kompresi tinggi, saluran intake tipe down draft, independen injector 12 lubang, berpendingin cairan, DiASil Cylinder dan Forged piston Yamaha yang telah teruji ketahanannya.

Mesin tersebut menurut Yamaha mampu melahirkan kekuatan yang sangat besar di kelasnya yakni 26.5 kW atau 36 PS di 12.000 rpm.

(detikoto)

Tanggapan Yamaha soal Honda CBR150R Lokal & Honda Verza

image

Kepastian datangnya Honda CBR150R versi lokal yang akan menggaruk jalan mulus Yamaha R15 dalam waktu dekat, disikapi tenang oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Tidak ada strategi atau persiapan khusus, hanya kegiatan promosi akan terus digenjot sesuai rencana awal tahun.

GM Promosi dan Pengembangan Komunitas YIMM Eko Prabowo, Senin (18/8/2014) menyatakan, bahwa tidak ada langkah spesial untuk menghadapi datangnya pesaing. Datangnya kompetitor akan positif menambah semarak pasar sepeda motor sport Indonesia.

”R15 yang sekarang masih bisa digenjot lagi karena belum maksimal. Pencapaian saat ini belum menjangkau semua area, termasuk area rural. Aktivitas pemasaran masih di kota-kota besar dan akan terus digenjot, misalnya pameran,” terang Eko.

Pesaing Honda Verza
Persaingan di segmen sport memang bakal lebih panas. Tak hanya itu, di segmen bawah juga keduanya bakal ”saling colek”. Seperti ketika pada awal tahun ini Executive Vice President Director YIMM Dyonisius Beti pernah melayangkan pernyataan bahwa bakal muncul pengganggu Honda Verza.

Artinya, di segmen sport kelas 250cc ke bawah, dua merek ini terus bersaing untuk memperebutkan kue yang saat ini masih lebih banyak dimakan Yamaha. ”Hingga saat ini masih terus dipersiapkan (pesaing Verza), masih sama seperti yang Pak Dyon katakan,” terang Eko.

Dirinya belum memastikan soal waktu peluncuran sepeda motor sport ini, meski ada indikasi meluncur tahun depan. ”Belum tahu, untuk tahun ini kita istirahat dulu. Tahun depan banyak kejutan karena banyak yang akan diluncurkan. Tidak hanya sport tapi semua segmen,” tukasnya.

(KompasOtomotif)