Pertamax seharusnya Rp. 9.500 per liter

image

Selama ini penetapan harga BBM bersubsidi menggunakan acuan MOPS (Mid Oil Plats Singapore), yaitu harga rata-rata menurut MOPS ditambah dengan alpha sebagai profit margin bagi Pertamina – seperti dikatakan oleh Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Tanpa Timbal (KPBB) Ahmad Safrudin.
Ia menyebutkan, di Malaysia harga BBM RON 95 atau setara Pertamax Plus adalah senilai RM 2,1 atau setara Rp. 7.000 per liter. Di Singapura harga RON 92 sebesar Rp. 8.754 per liter. RON 92 ini setara Pertamax dan diizinkan untuk digunakan pada kendaraan bermotor Euro2.

Jadi seharusnya dengan mengeluarkan Rp. 9.500 untuk setiap liternya, masyarakat Indonesia sudah bisa mendapatkan BBM setara Pertamax. Namun kenyataannya harga Pertamax kini Rp. 11.300 per liter dan Pertamax Plus Rp. 12.700 per liter.

Untuk perbandingan, harga bensin di Amerika dipatok di USD 3,9 per USG atau 98 sent per liter atau setara dengan Rp. 10.750 per liter. Pada level harga tersebut, kualitas BBM di Amerika berada pada kategori 4 berdasarkan pada standar World Wide Fuels Charter (WWFC) yang mana standar ini digunakan untuk menggerakkan kendaraan berstandar Euro 5.

Karena itu, Ahmad menyayangkan pemerintah yang selalu menyebut harga BBM murah, namun menyembunyikan fakta kualitas. Ada sesuatu yang tidak clear antara harga BBM dengan kualitasnya.

Tapi kalau mau dinaikkan harganya, diupgrade dulu kualitasnya, sehingga harga baru sesuai dengan acuan yang digunakan untuk menetapkan harga (MOPS). Kalau tidak berarti pemerintah membohongi rakyat, tegas Ahmad.

Sementara terkait dengan harga BBM bersubsidi, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menuturkan bahwa jika pada tahun 2008 lalu Presiden SBY tidak menurunkan harga Premium, seharusnya harga berlaku saat ini sudah Rp. 8.000 per liter. Agar APBN tidak jebol, seharusnya harga itu dinaikkan Rp. 1.000 per liter.

Pengamat energi, Kurtubi, menambahkan, kenaikan harga BBM bersubsidi harus dibarengi dengan kelancaran distribusi barang.

(Tribun Jabar)

Advertisements

18 thoughts on “Pertamax seharusnya Rp. 9.500 per liter

  1. lebih baik jgn ada yang disubsidi… apapun. kita lihat… setelah itu akankah pemerintah masih beralasan subsidi BBM untuk krisis keuangan negara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s