BMW R nineT meluncur di India, harganya wow!

image

India yang merupakan salah satu pusat pasar terbesar sepeda motor dunia dan juga salah satu negara pembuat sepeda motor terbesar dunia – adalah wajar bila pemerintah India berusaha untuk melindungi industri otomotif lokalnya dari serbuan para importir sepeda motor yang terlihat sangat aktif. Afa sejunlah tingkat proteksi yang mudah dimengerti dan dibeberapa kasus malah menjadi lucu. Salah satunya dari masuknya BMW ke pasar India yang gemuk ini.
Motor terbaru yang dibuat BMW untuk memulai debutnya di India adalah BMW R nineT yang modelnya berupa cafe racer yang siap dikustem. Namun, anda akan tercengang dengan konfigurasi harganya yang senilai US$ 39ribu!
Motor ini akan sangat mahal jadinya, tapi buat konsumen India yang kaya tidak terlalu pengaruh untuk meminangnya.

BMW R nineT akan dibuat dengan berbasis mesin boxer yang menggunakan pendingin oli/udara lawas. Dengan kubikasi 1170cc yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 110hp pada rpm 7750 serta torsi puncak di 119Nm pada rpm 6000 yang sudah mencukupi. Bobot mesinnya sebesar 222kg, dilengkapi ABS sebagai perlengkapan standar dan kombinasi warna yang tersedia  adalah “Black Storm metallic” silver-black livery.

Beginilah nasib harga motor impor dengan bore besar bila masuk ke India – Muahalnya itu…

(autoevolution)

Bersepeda Motor di Kota Butuh Torsi, Bukan Tenaga

image

Torsi membuat kendaraan bergerak, dan tenaga menjadikannya bergulir lebih cepat. Begitulah kira-kira perbedaan torsi dan tenaga. Di kota besar, dengan karakteristik jalanan stop and go, maka yang lebih dibutuhkan adalah torsi, terutama untuk pengguna sepeda motor, agar tetap irit dalam konsumsi bahan bakar.

Banyak yang tidak mengerti, atau justru bangga dengan sepeda motor tenaga besar. Padahal, di kota besar, yang penting torsi. Memperbesar torsi tak hanya memudahkan pengendara melakukan tarikan awal, tetapi juga lebih irit BBM.

Beda torsi dan tenaga
Ada perbedaan signifikan dalam pengertian torsi dan tenaga. Cara mudahnya, bayangkan kuda yang berlari kencang tetapi hanya bisa menarik gerobak berisi dua orang. Bandingkan dengan sapi yang tidak mampu lari kencang, tetapi kuat menarik gerobak berisi banyak orang dan mampu mendaki.

Jadi pengertiannya, tenaga kuda besar tapi tidak punya torsi besar. Sapi memiliki torsi besar, tetapi tidak memiliki tenaga besar. Mobil balap memerlukan tenaga besar agar bisa kencang. Sementara itu, truk perlu torsi besar agar dapat membawa beban berat dan menanjak.

image

Sehari-hari
Nah, dalam penggunaan sepeda motor sehari-hari di perkotaan, yang diperlukan sebenarnya torsi karena berguna untuk berakselerasi stop and go dalam kepadatan lalu lintas, plus membawa boncengan, dan kemampuan menanjak.

Jika memiliki tenaga besar di putaran tinggi tetapi torsi kecil di putaran rendah, maka hasilnya adalah sepeda motor hanya enak di jalan lurus dan kosong. Kalau sudah begini, kena macet plus berboncengan justru menyiksa. Mesin sepeda motor yang efisien adalah mesin yang mampu mengeluarkan torsi besar sejak putaran mesin masih rendah.

Distribusi motor Honda di Jawa lumpuh

image

Bencana amblesnya Jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu berimbas kepada hampir seluruh distribusi barang, termasuk sepeda motor. PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen sepeda motor terbesar di Indonesia mengakui distribusinya lumpuh.

“Akibat terputusnya Jembatan Comal, akses distribusi menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali terhambat. Selama 3-4 hari, mengakibatkan sekitar 20.000-an unit tidak bisa terkirim,” jelas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (23/7/2014).

Jumlah ini lumayan besar mengingat, penjualan dari beberapa daerah itu mencakup 30-40 persen  dari total penjualan Honda. Ketika ditanya berapa kerugian yang disebabkan, Margono tidak mau gamblang mengatakan.

“Tinggal dihitung saja, misalnya satu sepeda motor dihargai rata-rata Rp 15 juta saja,” jelas Margono. Dengan penjelasan ini maka nilai kerugian yang dialami Honda karena lumpuhnya distribusi di Pulau Jawa mencapai Rp 30 miliar.

Alternatif
Untuk menanggulangi masalah ini, lanjut Margono, AHM akan menyiapkan rencana, salah satunya mengalihkan distribusi dari Jalur Pantura menuju Jalur Selatan. Tapi, alternatif ini bukan tanpa risiko.

“Tentu dengan karakter jalan dan jarak tempuh yang berbeda membuat proses pengiriman jadi lebih lama. Tapi, tidak apa-apa,” tutup Margono.

(KompasOtomotif)

2014 Suzuki GSX-R600 official Tyco race replica

image

Introducing the GSX-R600 Official Tyco Race Replica, this model keeps all the fantastic qualities of the GSX-R600 but with a stunning paint scheme and carefully selected accessories to give a truly race ready look. This model comes complete with:

• Official Tyco team livery.
• Yoshimura R11 silencer with titanium body and carbon end cap.
• Suzuki genuine double bubble screen.
• Suzuki genuine solo seat cowl.
• Suzuki genuine paddock stand and bobbins.

This model is a lightweight chassis featuring a compact wheelbase and race-developed suspension. A compact, powerful 4-cylinder engine delivering a real-world demonstration of advanced race-proven technology. The GSX-R600 – designed to be The Top Performer in its class, a total package designed to Own the Racetrack.

2014 Suzuki GSX-R600 Tyco Race Replica Key Features:

image

MotoGP Technology:
Lighter pistons and more aggressive valve lift curves enhance throttle response and produce stronger low-to-mid range torque. With a close ratio gearbox, this extra torque delivers better race starts, quicker acceleration and stronger drive out of the corners.

BREMBO Monoblock Radial Mount Calipers:

image

Provide more powerful and consistent braking with greater rigidity for better rider feedback. Reduced unsprung weight provides even better suspension performance.

SHOWA Big Piston Forks (BPF):

image

Quicker reacting with improved damping and more controlled compression under hard braking.

Race Proven Slipper Clutch:

image

Improves rear tyre grip and stability when approaching bends by reducing the pressure on the clutch pack under hard deceleration.

Suzuki Drive Mode Selector:

image

Two separate performance settings give instant control over the power delivery to suit different sections of the road or track.

3-Step Adjustable Footpegs:
Allows you to ride in the position that suits you best, providing greater comfort, control and reduces fatigue.

image

(www.topspeed.com)

Honda NC700X 2014 motor sport adventure

image

Honda NC700X baru lansiran 2014 ini merupakan disain motor khusus yang menyegarkan berupa konsep street bike baru dan yang memiliki fungsi keasyikan berkendara. Bisa digunakan untuk keseharian dan di akhir pekan bisa digunakan untuk menjelajah ke tempat-tempat yang asyik untuk dikunjungi.

image

Honda NC700X ini bobotnya tidak terlalu berat serta mesin 670cc SOHC parallel -twin berpendingin cairan PGM-FI yang berkarakter torsi optimum untuk berkendara jauh. Tersedia dalam dua pilihan model 6-speed kopling manual dan Dual Clutch Transmission (DCT) generasi terbaru yang dilengkapi dengan sistim pengereman Combined ABS yang revolusioner. Suspensi belakang sudah Prolink single shock.
Harga untuk tipe manual biasa di US$ 7,799 dan yang DCT di US$ 8,799.

image

image

image

image

image

image

image

Berharap diboyong ke Indonesia juga untuk meramaikan pasar yang sudah diisi Kawasaki Versys dan ER6N serta dari Yamaha yang akan meluncurkan MT-07 dan MT-09.

source: http://m.powersports.honda.com/model/street/adventure/nc700x/2014

Why dyno tuning is so important?

You only have so much talent
image

When riding a motorcycle, we have so much to think about sometimes it can be overwhelming. We are so used to hopping in our car, closing the door, turning on the stereo and then we pretty much check out from there. It doesn’t require a lot of talent or concentration to drive our cars, especially when we have so much experience driving them. A motorcycle is much different, if we all didn’t share such a crazy love or obsession for this dangerous sport, getting from point A to point B would be much easier and safer. So the goal is to explain the importance of setting up your motorcycle. I specialize in getting the motorcycle to do what you tell it to do, when you want it to do it.

Every person is only given only so much talent (consider talent a balance in your personal bank account). We can improve on that amount of talent with practice and lessons (adding to the balance) but we also have to be aware of some of the things that require some of the little talent we have (drawing from that balance) to ride a motorcycle. For example, having bad tires, bad suspension, improper chassis setup and engine performance all rob some of your talent (drawing from your balance again) not leaving you much to figure out how to ride the bike. If you have bad tires, your focus will be on not slipping around and paying extra attention to corner speeds and road conditions (get the idea?). If you have bad suspension your bike will not properly stop, turn, or stick to the ground. If your chassis, handle bars and rear sets are not properly adjusted to you, you will be uncomfortable and not able to reach your controls or you will find your hands and feet falling asleep. In conclusion, if your engine is not running right, with the best tires, suspension and chassis setup, it can require all of your talent (your entire balance) to take off from a stop light and just get the bike just down the road (possibly putting you in the negatives in your account). If we can eliminate all the variables that rob little pieces of your talent, you can focus more on the building of your talent (being in the black, instead of in the red) and the enjoyment of riding your bike.

So let’s get to the part I do…the engine is the heart of the motorcycle and it’s critical that the motorcycle does what you tell it to do. I will help you to create a relationship with your bike that connects the rear tire directly to your wrist, there should be no reason that your motorcycle does not do exactly what you ask it to. So, that is where I come in. My primary tool is called a Dynamometer. Everyone calls it a “Dyno” for short. The dyno is a diagnostic tool that allows us to simulate riding the bike on the road in a controlled setting. While riding the bike on the dyno, I hook your bike up to numerous computer systems that allow me to see exactly whats going on with your engine and engine management system. With a few extra tools and parts we can make changes and make the bike run better. By dyno tuning the bike, I am simulating riding the bike and making changes to the engine management system until the bike runs perfectly. My goal is to connect your wrist to the bikes rear tire and get it doing exactly what you tell it to when you ask it to smoothly and without hesitation.

-Fuel economy, ride-ability and power in same program

By dyno tuning we can obtain better fuel economy, ride-ability and extra power all at the same time. Dynos are not just about making the bike faster like most people think, it is about optimizing your bike’s various functions. Horsepower is translated to energy, but it is the only measuring tool I have to see if the changes I made are correct. If I am dyno tuning and the horsepower goes up and gets smoother, I know I’ve made the correct changes. If the horsepower goes down, then it is an indicator I made an incorrect adjustment. The benefits of increasing the horsepower are not just to go faster, it will enhance all throttle inputs and help you in all riding conditions. For example, if you are riding on the freeway and it requires 20% throttle to maintain 60mph, by increasing the horsepower through dyno tuning, it may only require 12% throttle to maintain the same speed. With that said, fuel economy will be substantially improved.

-Confidence building

Dyno tuning your motorcycle can help boost your confidence. On most modern motorcycles, when you take off from a stoplight, the bike will chug, vibrate the handlebars and at times even stall. This requires you to twist on the throttle, rev the bike and burn the clutch just to get it going. It can be very unnerving to deal with a problem like this, especially in a parking lot at slow speeds. An example of a bike needing dyno tuning is when you are on the freeway or in a corner and the bike will surge, causing you to go on and off the throttle back and forth just to get the bike to do what you want. Dyno tuning can fix these issues and give you the confidence that your bike will respond to you, allowing you to smoothly let out the clutch and take off with very little throttle. Imagine cruising on the freeway, with barely any effort, holding one constant speed, relaxing and enjoying the ride instead of trying to just stay at the right speed.  That is how dyno tuning can help you build confidence with your ride.

-Less service and maintenance

With a properly dyno tuned bike, you will not only make the bike run better but can prolong the time period between servicing and maintenance. Your current tune-up, parts, oil change, tires, brakes, throttle cables, and engine can last substantially longer. With the engine running smoother and now burning the proper amount of fuel, we have seen oil changes for as far as 5000-10000 miles, spark plugs go 25,000-30,000 miles and engines seem to last indefinitely. We can also use the dyno to diagnose problems and even forsee future problems. It can tell us if we need spark plugs, valve adjustments, problems with a slipping clutch, timing belts and engine rebuilds.

Dyno tuning usually requires purchasing programmers, resistors or parts but is worth it in the long run. On all bikes, no matter if they are brand new or in complete stock format, dyno tuning is important. The more mods you put on your bike, the further away you get from the stock exhaust and other components, the more critical dyno tuning becomes.  When you have combined purchasing and installing performance parts, programmers and dyno tuning, you will find it will enhance your riding experience so much you will fall in love with your motorcycle all over again. That is the ultimate goal: To get more people on their bike and loving the ride.

Nels with 2Wheel DynoWorks
425-269-5332
2wheeldynoworks.com

http://2wheeldynoworks.com/why-dyno-tuning-is-so-important/

Mesin BMW 3-silinder 1.5-liter untuk i8 akan dibuat di Inggris

image

Yup betul sekali seperti dilansir dari autoevolution.com bahwa BMW akan membuat mesin 3 silinder 1500cc bukan di Jerman tapi di negara Inggris yang mana mesin ini nantinya diperuntukkan buat mobil BMW seri i8 nanti.
Mesin dengan kode B38 khusus untuk mobil i8 ini tampaknya yang akan dibuat di Inggris. Disaat awal produksi, banyak pejabat yang hadir termasuk Mentri Perhubungan Baroness Kramer yang mengatakan bahwa:
“Mesin yang dibuat di Inggris ini untuk seri mobil i8 menunjukkan bahwa industri otomotif Inggris mengemuka untuk memproduksi teknologi mobil berkualitas tinggi dan ber emisi rendah. Dengan komitmen investasi sebesar £500 juta pada adopai, produksi dan disain kendaraan emisi sangat rendah, kami ingin Inggris menjadi pemimpin di dunia transisi global ke wahana emisi sangat rendah”.

Menurut fihak BMW, mesin tersebut akan dibuat oleh team kecil yang sebelumnya pwrnah bekerja si perusahaan serta telah ditarik dan dilatih secara khusus untuk bekerja di unit baru tersebut.

image

image

Arti beberapa nama motor Yamaha Indonesia

image

Berikut beberapa rangkuman arti nama line-up motor Yamaha Indonesia yang terkadang sering tidak terpublikasikan. Setiap motor yang dimiliki Yamaha selalu memiliki sejarah unik baik di namanya maupun dalam hal pencarian nama tersebut. Terkadang sebuah nama didapat dengan cara yang unik mulai dari ketika memandang langit hingga melihat film kartun.

Yamaha XEON
Nama Xeon menurut Assistant General Manager Technical Support PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Muhammad Abidin didapat ketika dirinya sedang menonton film kartun bersama sang anak.
“Xeon saya dapat ketika saya sedang menonton bersama anak saya. Ketika itu ada tokoh kartun yang pakai sinar laser sebagai senjata. Dia selalu teriak Xenon, saya pikir nama itu bagus juga. Biar lebih bagus gimana kalau huruf ‘n’ yang ada di tengah dihapus,” ungkapnya.
Sebelum di technical support Yamaha, Abidin mengurusi product planning yang memang mengurusi rencana pembuatan motor baru. Dia di divisi itu sampai tahun 2008.

Yamaha MIO
Nama Mio menurut Abidin diambil dari bahasa Italia yang bila diartikan
secara kasar berarti cantik. “Karena awalnya Mio kan memang dikhususkan buat wanita,” imbuh Abidin.

Yamaha VEGA
Nama Vega menurut Abidin lagi-lagi didapat ketika menonton sebuah film. Kali ini film yang ditonton bercerita tentang seorang wanita yang sanggup menemukan sebuah bintang baru yang kemudian diberi nama Vega.
“Dari situ kita dapat inspirasi. Yamaha itu hidup dari mimpi dan varian bebek
dua-duanya memang berorientasi ke langit. Seperti Vega ini dan Jupiter. Jupiter merupakan planet terbesar dan karenanya kita mau Jupiter series kita menjadi sebuah produk yang besar pula,” tandas Abidin.

Yamaha LEXAM
Nama Lexam diambil dari kata Luxury yang berarti mewah. Ada juga padanan nama latinnya yakni Lavamentum yang artinya mewah dan comfort.

Yamaha V-XION
Ada kesalahan kecil di barisan motor sport Yamaha. Bila kakak tertua
menggunakan nama binatang seperti Scorpio yang mampu menyengat dan sang adik memiliki nama Byson yang mampu menyeruduk, motor injeksi Yamaha malah bernama V-xion yang tidak berhubungan dengan binatang.
“Kalau V-xion awalnya kita mau nama yang dulu pernah bocor (Viper). Tapi sudah keburu ketahuan dan lagi nama itu sudah dipegang Dodge, kita sebenarnya mau urus namanya, tapi ya sudahlah ganti nama yang benar-benar baru saja. Karena itu terpilih V-xion yang diambil dari kata vision. Dengan V-xion kita ingin tunjukkan visi dan komitmen Yamaha di sisi teknologi”.

Update next Honda Vario 150

image

Berikut rangkuman bocoran tentang next Produk Honda yang punya kode Produksi K59/K60 yang sementara namanya disebut “Vario 150”:

Sudah dapat dipastikan Velg vario 150 berbeda dengan Vario 125;

Seperti terlihat pada cover artikel ini, Velg Vario 150 nanti akan menggunakan model palang 10 bintang;

Disinyalir ban dan velgnya sudah tubeless ready;

Ban belakang sistem pengeremannya disinyalir masih tromol;

Masalah mesin hampir dapat dipastikan secara betuk Mirip dengan Mesin PCX 150, bahkan dari ukuran jeroan semisal ukuran piston;

Juga menggunakan ACG starter dan ISS;

Menggunakan platform dek rata tidak seperti PCX yang menggunakan backbone;

Bentuk Headlampnya seperti mirip dengan headlamp CBR600RR;

Stop lamp LED.

image

Dari beberapa info sementara di atas, walau harus meraba raba sudah dapat diperkirakan bentuk dari vario 150 nanti . . . Platform skutik dengan dek rata masih tetap jadi pilihan, sedangkan bentuknya menyasar pada model yang lebih sporty, ini terlihat dari model headlamp yang menurut sumber tmcblog malah mirip CBR600R . . . entah kayak apa bentuk officialnya nanti, Kita tunggu saja.

image

(Disadur dari TMCBlog.com)

BLUE CORE: Teknologi Mesin Ramah Lingkungan dari Yamaha Indonesia

image

Awal Juli 2014 ini, Yamaha Vietnam mengenalkan mesin 125cc berteknologi Blue Core yang akan dipasang pada salah satu produk skutik. Dengan jantung tersebut dipastikan sepeda motor akan jauh lebih efisien dan bertenaga. Rumor yang beredar, mesin ”biru” itu akan menjadi penopang Mio generasi terbaru.

Model terbaru dengan mesin Blue Core tersebut kini sedang digodok Yamaha Indonesia dan akan muncul tahun ini. Bocoran pengembangan intensif dengan mesin ini dikatakan oleh Maiya Kinoshita, konseptor film Rev Station yang diundang PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) ke Jakarta, (6/7/2014).

image

”Sekuel film Rev Station selanjutnya berisi seputar teknologi mesin baru Yamaha Blue Core. Teknologi ini sesuai dengan arah pengembangan yang sudah dibahas runut sejak film pertama muncul,”ungkap Maiya.

Lebih irit
Selain Vietnam, teknologi ”Blue Core” saat ini sudah diperkenalkan pada FZ Series (Byson) injeksi di India. Keunggulan utama jelas lebih ramah lingkungan, tapi tidak mengurangi performa dan efisiensi bahan bakar. Di dunia mobil, mesin ini mirip pengembangan yang dilakukan Ford atau Mazda dengan mesin Ecoboost atau Skyactiv, di mana mesin dengan pembakaran konvensional dimaksimalkan hingga mendapat performa terbaik.

Dikabarkan, dengan teknologi baru itu, skutik Yamaha bisa lebih irit 50 persen ketimbang mesin skutik saat ini! Dalam film Rev Station, digambarkan ilmuwan bekerja keras mengembangkan mesin masa depan untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, khususnya di ASEAN.

Lalu, kapan mulai diterapkan pada salah satu model skutik Indonesia? Kojima Amane, Marketing Communication Advisor YIMM kepada KompasOtomotif mengatakan, patokannya ada pada Yamaha Vietnam. ”Pasar India dan dan ASEAN berbeda. Untuk Indonesia, bisa dilihat dari Yamaha Vietnam. Saat produk dengan mesin Blue Core muncul di Vietnam, tak lama akan muncul ke Indonesia. Tunggu saja,” kata Amane.

(KompasOtomotif)